1.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
a.
Pengertian Bimbingan
Bimbingan
adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang
atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang
yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri,
dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat
dikembangkan, berdasarkan norma-norm yang berlaku.
b.
Pengertian Konseling
Konseling
adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh
seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu
masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi
oleh klien.
2.
Tujuan Bimbingan dan Konseling
Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling
diberikan kepada siswa “dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi,
mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.(Prayitno.1997:23). Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, ditujukan
agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta
menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih
lanjut. Sebagai manusia yang normal di dalam setiap diri individu selain
memiliki hal-hal yang positif tentu ada yang negatif. Pribadi yang sehat ialah
apabila ia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu mewujudkan
hal-hal positif sehubungan dengan penerimaan dirinya itu.
Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan ditujukan
agar peserta mengenal lingkungannya secara objektif, baik lingkungan sosial dan
ekonomi, lingkungan budaya yang sangat sarat dengan nliai-nilai dan
norma-norma, maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan
itu secara positif dan dinamis pula.
Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat (Prayito, 1998: 24). Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat, minat, intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benar-benar telah ada pada diri seseorang, maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri, bebas dan mantap.
Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat (Prayito, 1998: 24). Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat, minat, intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benar-benar telah ada pada diri seseorang, maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri, bebas dan mantap.
3.
Hubungan, persamaan, dan perbedaan
Bimbingan dan Konseling
a.
Hubungn Bimbingan dan Konseling
Istilah
bimbingan (guidance) dan konseling (counseling) memiliki hubungan yang sangat
erat dan merupakan kegiatan yang integral. Dalam praktik sehari-hari istilah
bimbingan selalu dikaitkan dengan istilah konseling yakni bimbingan dan
konseling (guidance and counseling).
Menurut
Rogers (dalam Kusmintardjo, 1992), Konseling adalah serangkaian kontak atau
hubungan bantuan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan
kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.
Sedang menurut Mortensen (dalam
Jones, 1987), Konseling dapat didefinisikan sebagai suatu proses hubungan
seseorang dengan seseorang di mana yang seorang dibantu oleh yang lainya untuk
menemukan masalahnya.
Menurut
moser dan moser (dalam Prayitno, 1978:643) menyatakan bahwa didalam keseluruhan
pelayanan bimbingan, konseling dianggap sebagai inti dari proses pemberian
bantuan. Sejalan dengan ini Mortesen dan Schmuller (1976:56) menyatakan lebih
tegas bahwa konseling adalah jantung hatinya program bimbingan.
Dengan
demikian jelaslah, bahwa konseling
merupakan salah satu teknik pelayanan bimbingan secara keseluruhan, yaitu
dengan cara memberikan bantuan secara individual (face to face relationship).
Bimbingan tanpa konseling ibarat pendidikan tanpa pengajaran atau perawatan
tanpa pengobatan. Kalaupun ada perbedaan di antara keduanya hanyalah
terletak pada tingkatannya.
b.
Persamaan Bimbingan dan Konseling
1)
Tujuan umum yaitu untuk pengembangan
pribadi individu
2)
Pelaksanan yaitu
dilaksanakan oleh konselor
3)
Bahan pembicaraan menyangkut
bidang akademik, bidang karir, bidang pribadi, dan bidang sosial.
c.
Perbedaan Bimbingan dan Konseling
1)
Menurut Bimo Walgito (2004/34), mengatakan
bahwa perbedaan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
Bimbingan adalah
bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan
individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar
individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Sedangkan konseling merupakan Hubungan
antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan,
di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong
orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan
orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh.
2)
Menurut Daniel Mc (1956/45) ,
mengatakan bahwa perbedaan bimbingan dan konseling yaitu:
Bimbingan diadakan
dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi
tentang dirinya sendiri. Sedangkn konseling merupakan suatu
pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan
kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya
sendiri dan lingkungan.
3)
Menurut Moh. Surya (1975/23),
mengatakan bahwa perbedaan bimbingan dan konseling yaitu:
Bimbingan adalah
suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada
individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan
untuk dapat memahami dirinya (self understanding),
kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance),
kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan
kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai
dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan
lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Sedangkan konseling merupakan
suatu hubungan professional antara
seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat
individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari
dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan
terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna
bagi dirinya
DAFTAR
PUSTAKA
· Prayitno
dan Erman Amti, 2006. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling.
Jakarta:Rineka Cipta
· Mc,
Daniel. 1956. Pengertian Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling.
Bandung: Rosda Karya Remaja.
· Surya,
Moh. 1975. Persamaan dan Perbedaan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan
dan Konseling. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
· Walgito,
Bimo. 2004. Perbedaan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan
Konseling. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Diambil pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 19.57
Diambil pada hari Selasa, 17 September 213 pukul 19.59
0 komentar :
Posting Komentar